Selasa, 18 Oktober 2016

Bunga Cempaka


Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal memiliki keanekaragaman jenis flora atau tumbuhan. Hal ini tidak lepas dari kondisi alam Indonesia yang terdiri dari kepulauan dan beriklim tropis. Salah satu flora atau tumbuhan yang banyak terdapat di Indonesia adalah bunga cempaka.
Bunga cempaka merupakan genus tanaman berbunga dari suku Magnoliaceae. Genus ini terdapat sekitar 50 spesies yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Daerah penyebarannya di Asia Selatan, Asia Tenggara serta Tiongkok Selatan. Di Indonesia bunga cempaka banyak tumbuh di pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Maluku.
Tanaman cempaka mempunyai beberapa nama lokal di berbagai daerah di Indonesia. Seperti cempaka putih, kantil (Jawa), jeumpa gadeng (Aceh), cempaka bodas (Sunda), capaka bobulo (Tidore), sampaka mopusi (Mongondow), campaka (Madura), campaka putieh (Minangkabau), bunga eja kebo (Makasar), capaka bobudo (Ternate), bunga eja mapute (Bugis).
Adanya berbagai macam nama lokal tersebut menunjukkan bunga cempaka tersebar di berbagai pulau di Indonesia.
Ada beberapa jenis bunga cempaka yang tumbuh di daratan Indonesia. Antara lain cempaka putih (kantil), cempaka merah, cempaka kuning (cempaka wangi), cempaka ungu, cempaka telor atau cempaka gondok dan cempaka mulya.
Dari beberapa jenis cempaka tersebut, bunga cempaka putih yang paling dikenal di masyarakat Indonesia. Bunga cempaka putih atau sering disebut bunga kantil lebih dikenal karena filosofi maupun mitos yang melekat kuat padanya.
Mitos yang berkembang di masyarakat, aroma wangi bunga cempaka putih yang khas sangat disukai makhluk halus seperti jin dan sebagainya. Bahkan sampai saat ini masih banyak masyarakat yang percaya bahwa pohon kantil sering dijadikan tempat tinggal berbagai makhluk halus seperti kuntilanak dan genderuwo. Bunga kantil juga sering digunakan sebagai pelengkap dalam ritual memanggil arwah.
sumber:http://santaisaja.net/bunga-cempaka/
Siap Terima Pesanan
Alamat : Kedung Banteng, Banyumas, Jateng
no.hp : 082313553621 (imam tunas mustika)

Sabtu, 15 Oktober 2016

Lada perdu dalam pot diambil dari jarak dekat berfungsi Two in One sebagai hiasan sekaligus menghasilkan sangat cocok untuk kawasan perumahan


Budidaya – Berbeda dengan tanaman lada panjat yang tumbuh menjalar, lada perdu tidak menjalar dan tidak memerlukan tiang panjat. Lada perdu merupakan varietas tanaman lada yang dibudidayakan untuk menjawab persoalan biaya budidaya lada panjat yang mahal dan untuk mengatasi masalah semakin sulitnya memperoleh tiang panjat. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efisiensi dan meningkatkan produksi nasional perlu dicari alternatif cara budidaya yang lebih murah dan tanpa menurunkan produktivitas tanaman, yang diantaranya dengan budidaya lada perdu. Beberapa kelebihan dan keuntungan budidaya lada perdu adalah tidak memerlukan tiang panjat, biaya produksi lebih murah, pemeliharaan lebih mudah, pemanenan lebih mudah, bisa ditumpang sela dengan tanaman tahunan, atau bisa ditumpangsari dengan tanaman semusim. Kelebihan lain lada perdu adalah bisa dibudidayakan pada lahan yang sempit karena lada perdu dapat ditanam menggunakan pot atau polybag.

Sumber:http://googleweblight.com/?lite_url=http://mitalom.com/cara-mudah-membuat-bibit-lada-perdu-berkualitas-dengan-setek-cabang/&ei=3KXOXqu7&lc=id-ID&s=1&m=974&host=www.google.co.id&ts=1476733691&sig=AF9NedniHV4u_mstAbDPohougnY7FUhQAA

Bibit lada perdu bisa anda pesan dengan saya. Ayo mulai rajinlah bercocok tanam.
Siap Terima Pesanan
Alamat : Kedung Banteng, Banyumas, Jateng
no.hp : 082313553621 (imam tunas mustika)

Lada Perdu dlm pot sbgai hiasan

Jumat, 14 Oktober 2016

Bibit Sukun Varigata


Sukun adalah nama sejenis pohon yang berbuah. Buah sukun tidak berbiji dan memiliki bagian yang empuk, yang mirip roti setelah dimasak atau digoreng. Karena itu, orang-orang Eropa mengenalnya sebagai "buah roti" (Ingg.breadfruitBld.broodvrucht, dll.).
Sukun sesungguhnya adalah kultivar yang terseleksi sehingga tak berbiji. Kata "sukun" dalam bahasa Jawa berarti "tanpa biji" dan dipakai untuk kultivar tanpa biji pada jenis buah lainnya, seperti jambu klutuk dan durian. "Moyangnya" yang berbiji (dan karenanya dianggap setengah liar) dikenal sebagai timbulkulur (bahasa Sunda), atau kluwih (bahasa Jawa), kulu (bahasa Aceh), kalawi(Minang). Di daerah Pasifik, kulur dan sukun menjadi sumber karbohidrat penting. Di sana dikenal dengan berbagai nama, seperti kuru,ulu, atau uru. Nama ilmiahnya adalah Artocarpus altilis.
Pemerian
Pohon sukun (atau pohon timbul) umumnya adalah pohon tinggi, dapat mencapai 30 m, meski umumnya di pedesaan hanya belasan meter tingginya. Hasil perbanyakan dengan klon umumnya pendek dan bercabang rendah. Batang besar dan lurus, hingga 8 m, sering dengan akar papan (banir) yang rendah dan memanjang.
Bertajuk renggang, bercabang mendatar dan berdaun besar-besar yang tersusun berselang-seling; lembar daun 20-40 × 20–60 cm, berbagi menyirip dalam, liat agak keras seperti kulit, hijau tua mengkilap di sisi atas, serta kusam, kasar dan berbulu halus di bagian bawah. Kuncup tertutup oleh daun penumpu besar yang berbentuk kerucut. Semua bagian pohon mengeluarkan getah putih (lateks) apabila dilukai.
Perbungaan dalam ketiak daun, dekat ujung ranting. Bunga jantan dalam bulir berbentuk gada panjang yang menggantung, 15–25 cm, hijau muda dan menguning bila masak, serbuk sari kuning dan mudah diterbangkan angin. Bunga majemuk betina berbentuk bulat atau agak silindris, 5-7 × 8–10 cm, hijau. Buah majemuk merupakan perkembangan dari bunga betina majemuk, dengan diameter 10–30 cm. Forma berbiji (timbul) dengan duri-duri lunak dan pendek, hijau tua. Forma tak berbiji (sukun) biasanya memiliki kulit buah hijau kekuningan, dengan duri-duri yang tereduksi menjadi pola mata faset segi-4 atau segi-6 di kulitnya.
Biji timbul berbentuk bulat atau agak gepeng sampai agak persegi, kecoklatan, sekitar 2,5 cm, diselubungi oleh tenda bunga. Sukun tidak menghasilkan biji, dan tenda bunganya di bagian atas menyatu, membesar menjadi 'daging buah' sukun.
Kegunaan
Buah sukun (tak berbiji) merupakan bahan pangan penting sumber karbohidrat di pelbagai kepulauan di daerah tropik, terutama di Pasifikdan Asia Tenggara. Sukun dapat dimasak utuh atau dipotong-potong terlebih dulu: direbus, digoreng, disangrai atau dibakar. Buah yang telah dimasak dapat diiris-iris dan dikeringkan di bawah matahari atau dalam tungku, sehingga awet dan dapat disimpan lama.
Di pulau-pulau Pasifik, kelebihan panen buah sukun akan dipendam dalam lubang tanah dan dibiarkan berfermentasi beberapa minggu lamanya, sehingga berubah menjadi pasta mirip keju yang awet, bergizi dan dapat dibuat menjadi semacam kue panggang. Sukun dapat pula dijadikan keripik dengan cara diiris tipis dan digoreng.
Sukun dapat menghasilkan buah hingga 200 buah per pohon per tahun. Masing-masing buah beratnya antara 400-1200 gr, namun ada pula varietas yang buahnya mencapai 5 kg. Nilai energinya antara 470-670 kJ per 100 gram. Tidak mengherankan bila sukun menarik minat para penjelajah Barat, yang kemudian mengimpor tanaman ini dari Tahiti ke Amerika tropis (Karibia) pada sekitar akhir 1780an untuk menghasilkan makanan murah bagi para budak di sana.
  • Daunnya dapat dijadikan pakan ternak. Kulit batangnya menghasilkan serat yang bagus yang pada masa lalu pernah digunakan sebagai bahan pakaian lokal.
  • Getahnya digunakan untuk menjerat burung, menambal (memakal) perahu, dan sebagai bahan dasar permen karet.
  • Kayu sukun atau timbul berpola bagus, ringan dan cukup kuat, sehingga kerap digunakan sebagai bahan alat rumah tangga, konstruksi ringan, dan membuat perahu.
Timbul, kulur, atau kluwih (yang berbiji) lebih banyak dipetik tatkala muda, untuk dijadikan sayur lodehsayur asam, atau ditumis dengan cabai. Biji timbul yang tua juga kerap direbus, digoreng, atau disangrai untuk dijadikan camilan.
sumber artikel: https://id.wikipedia.org
Siap Terima Pesanan Pohon Sukun
Alamat : Kedung Banteng, Banyumas, Jateng
langsung saja hub no.hp : 082313553621 (imam tunas mustika)

Bibit Albasia

Sabtu, 08 Oktober 2016

Bibit Damar uk 2,3m up

Pohon damar (Agathis dammara (Lamb.) Rich.) adalah sejenis pohon anggota tumbuhan runjung (Gymnospermae) yang merupakan tumbuhan asli Indonesia. Damar menyebar di MalukuSulawesi, hingga ke Filipina (Palawan dan Samar). Di Jawa, tumbuhan ini dibudidayakan untuk diambil getah atau hars-nya. Getah damar ini diolah untuk dijadikan kopal.
Pohon yang besar, tinggi hingga 65m ; berbatang bulat silindris dengan diameter yang mencapai lebih dari 1,5 m. Pepagan luar keabu-abuan dengan sedikit kemerahan, mengelupas dalam keping-keping kecil.
Daun berbentuk jorong, 6–8 × 2–3 cm, meruncing ke arah ujung yang membundar. Runjung serbuk sari masak 4–6 × 1,2–1,4 cm; runjung biji masak berbentuk bulat telur, 9–10,5 × 7,5–9,5 cm.
Damar tumbuh secara alami di hutan hujan dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.200 m dpl. Namun di Jawa, tumbuhan ini terutama ditanam di pegunungan.
Damar teristimewa ditanam untuk diambil resinnya, yang diolah menjadi kopalResin ini adalah getah yang keluar tatkala kulit (pepagan) atau kayu damar dilukai. Getah akan mengalir keluar dan membeku setelah kena udara beberapa waktu lamanya. Lama-kelamaan getah ini akan mengeras dan dapat dipanen; yang dikenal sebagai kopal sadapan. Getah juga diperoleh dari deposit damar yang terbentuk dari luka-luka alami, di atas atau di bawah tanah; jenis yang ini disebut kopal galian.
Pada masa lalu resin damar terutama dihasilkan dari tegakan-tegakan alam di Maluku dan Sulawesi. Kini kopal juga dihasilkan dari hutan-hutan tanaman Perhutani di Jawa.
Pohon damar sebagai penghias taman
Kayu damar berwarna keputih-putihan, tidak awet, dan tidak seberapa kuat. Di Bogor dan diSulawesi Utara, kayu ini hanya dimanfaatkan sebagai papan yang digunakan di bawah atap.[3]Kerapatan kayunya berkisar antara 380–660 kg/m³. Kayu damar diperdagangkan di Indonesia dengan nama kayu agatis.
Pohon damar juga disukai sebagai tumbuhan peneduh taman dan tepi jalan (misalnya di sepanjang Jalan Dago, Bandung). Tajuknya tegak meninggi dengan percabangan yang tidak terlalu lebar.
sumber artikel:https://id.wikipedia.org
Siap Terima Pesanan Pohon Damar
Alamat : Kedung Banteng, Banyumas, Jateng
langsung saja hub no.hp : 082313553621 (imam tunas mustika)

Bibit Dsmar uk 2,5 m up

Bibit Damar uk 2,3m up

Siap Terima Pesanan
Alamat : Kedung Banteng, Banyumas, Jateng
no.hp : 082313553621